IRT Tewas dengan 34 Tusukan. Pelaku adalah Teman Bisnis Anak

 


Seorang perempuan berinisial F (42), yang berstatus sebagai ibu rumah tangga, ditemukan tewas dengan 34 luka tusukan di Serang. Belakangan terungkap, korban dibunuh oleh rekan usaha anaknya sendiri.


Pelaku diketahui berinisial SI, yang selama ini menjadi partner bisnis anak korban dalam usaha keripik pisang.


SI disebut tersulut emosi setelah mendapat pertanyaan dari F mengenai perkembangan usaha keripik pisang yang dijalaninya bersama anak korban.


Tak hanya itu, F juga sempat menyarankan agar usaha tersebut dihentikan karena dinilai tidak mengalami kemajuan berarti. Ucapan tersebut rupanya membuat SI tersinggung dan menyimpan rasa sakit hati, hingga akhirnya nekat menghabisi nyawa ibu dari rekan bisnisnya.


Kasus pembunuhan yang terjadi di Kampung Sidilem, Desa Telaga Luhur, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang, Banten, berhasil diungkap berkat ketelitian aparat kepolisian.


“Pengungkapan perkara ini memakan waktu kurang lebih enam jam sejak peristiwa tersebut diketahui,” ujar Kasat Reskrim Polresta Serang Kota, Kompol Alfano Ramadhan, Rabu (31/12/2025).


Pada awal penyelidikan, ujar Alfano, SI masih dimintai keterangan sebagai saksi dalam kasus pembunuhan ibu rumah tangga tersebut. Namun, setelah dilakukan pendalaman, penyidik menemukan adanya perbedaan antara pernyataan SI dengan fakta-fakta yang terungkap dari keterangan saksi lain, sehingga memunculkan kecurigaan.


“Ketika diperiksa, statusnya masih sebagai saksi. Akan tetapi, setelah dicocokkan dengan keterangan saksi-saksi lainnya, terdapat ketidaksesuaian dengan fakta kejadian,” ungkapnya.


Polisi kemudian terus mendalami dan mengonfirmasi keterangan SI hingga akhirnya yang bersangkutan mengakui telah menghilangkan nyawa ibu dari rekan bisnisnya sendiri.


“Kami terus menggali dan mencocokkan keterangannya, sampai akhirnya yang bersangkutan mengakui perbuatannya,” kata Alfano.


Dari hasil pemeriksaan, terungkap bahwa aksi pembunuhan tersebut dipicu oleh rasa sakit hati dan dendam. Pelaku mengaku tersulut emosi karena korban berulang kali meminta agar usaha keripik pisang yang dijalankannya bersama anak korban dihentikan, lantaran dinilai tidak menunjukkan perkembangan.


“Motifnya karena usaha keripik pisang tidak kunjung mengalami kemajuan, kemudian pelaku juga diminta berhenti dari usaha tersebut,” jelasnya.


FA ditemukan meninggal dunia secara tragis di dalam rumahnya ketika situasi sekitar dalam keadaan lengang. Ibu rumah tangga yang memiliki tiga orang anak itu mengalami 34 luka tusukan di berbagai bagian tubuhnya.


Hasil pemeriksaan medis menunjukkan, delapan di antaranya merupakan luka tusuk dalam yang menembus serta mengenai sejumlah organ vital. Dari hasil autopsi dan pemeriksaan luar, diketahui luka-luka tersebut mengenai jantung, pembuluh darah di leher sebelah kiri, ginjal kanan, serta beberapa organ di rongga perut.


Sementara itu, pihak kepolisian masih menelusuri lebih lanjut apakah aksi pembunuhan tersebut dilakukan dengan perencanaan matang atau terjadi secara spontan akibat luapan emosi sesaat.

Post a Comment

Post a Comment (0)

Previous Post Next Post