Cerita Pengalaman Seseorang yang Bekerja Sebagai Agen Intelijen

 


Sebelum menceritakan kisah seorang Agen Intelijen, berikut penjelasan tentang Agen Intelijen.


Jabatan Fungsional Agen Intelijen adalah jabatan yang mempunyai ruang lingkup, tugas, tanggung jawab, dan wewenang untuk melakukan penyelidikan, pengamanan, dan penggalangan Intelijen.

Dasar Hukum " Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi nomor 8 tahun 2020."


Biasanya kita sering menyebut Agen Intelijen dengan sebutan mata-mata atau agen rahasia. Dimana tugas seorang agen intelijen adalah bertanggung jawab atas konflik dengan intelijen asing dan menjaga keamanan politik.


Yahya Assegaf atau Jhon Sakava adalah seorang keturunan Yaman dari pihak ayahnya dan Ambon dari pihak ibunya. Ia pernah menjadi Agen Intelijen di beberapa negara. Sebelumnya,  ia adalah mahasiswa asal indonesia yang belajar di Al-azhar Mesir bersama Gus dur, Quraish shihab, Alwi shihab dan lain-lain. Saat menjadi mahasiswa ia sudah sering berkumpul dengan para aktivis. Ia juga pernah bertemu dan mengikuti perdebatan langsung Saddan Husein dan rekan-rekannya.


Singkat cerita, ia kemudian menjadi Agen Intelijen dibeberapa negara. Ia pernah menjadi agen intelijen untuk UAE, mendapat tugas dari Raja Qatar, dan akhirnya diangkat menjadi staff khusus BIN.


Pengalaman Yahya Assegaf sebagai agen intelijen.


Pernah bertemu dengan Presiden Suriah, Bashar Asaad. Ia diberi tugas untuk membawa surat untuk diberikan kepada Bambang Susilo Yudhoyono yang nantinya akan diserahkan kepada Presiden Amerika saat kunjungannya ke Indonesia.


Ia juga pernah menerima undangan dari pemerintah Israel untuk bertemu dengan Meir Dagan, Direktur Jenderal Mossad untuk membahas mengenai konflik antara Israel dengan Palestina, Hizbullah, Iran, dan Suriah.


Pada tahun 1981, Ali alatas wakil Indonesia di PBB meminta Yahya untuk membujuk Duta besar Yaman selatan untuk PBB. Ia menjadi jembatan agar Yaman selatan tidak mendukung Frentilin dalam resolusi PBB tentang Timor Timur. Yang pada akhirnya Indeonesia memenangkan pemungutan suara dan Timor Timur tetap menjadi bagian Indonesia.


Setelah menjadi agen intelijen UAE,ia bekerja sebagai wartawan untuk kantor berita Qatar. Saat terjadi konflik antara Korea Selatan dan Utara sekitar tahun 80-an, pemerintah Qatar memintanya pergi ke Korea Selatan untuk menyelidiki mana yang akan memenangkan konfrontasi. Setelah seminggu mencari informasi, ia akhirnya mengabarkan bahwa jika terjadi perang, maka Korea Selatan yang akan menang. Kabar tersebut membuat Raja Qatar senang dan memuji hasil kerjanya. Diketahui saat itu Raja Qatar ternyata memiliki saham dalam jumlah besar di Samsung yang berada di Korea Selatan.


Begitulah sedikit cerita tentang Yahya Assegaf, seorang mantan Agen Intelijen.


Link cerita https://id.quora.com/Bisakah-kamu-menceritakan-pengalaman-seseorang-yang-bekerja-sebagai-agen-intelijen/answer/Usman-Ainur-Rofiq?ch=10&oid=290396288&share=405afe52&srid=hQ9WyY&target_type=answer

Post a Comment

Post a Comment (0)

Previous Post Next Post